
Tim Densus 88 menemukan ratusan barang bukti, termasuk bom. Salah satu bom rakitan tersebut meledak saat penggerebekan.
"Ada enam bom yang kami lihat dan satu yang meledak. Kami melihat ledakannya," kata Kabiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2014.
Boy menuturkan, 6 unit bom rakitan tersebut terdiri atas 3 unit bom pipa besi dan 3 unit bom pipa paralon.
Selain itu, polisi menemukan ratusan barang bukti berupa enam unit sepeda motor. Satu di antaranya merupakan sepeda motor yang dirampas saat penembakan polisi di Pondok Aren dan 5 sepeda motor yang tengah dicek.
"Ada juga hasil rampasan di daerah lainnya. Motor Supra B6620 SPS diganti dengan B6516 BGE," kata dia.
Dia menambahkan, ditemukan juga uang Rp200 juta dalam bentuk pecahan sebesar Rp50-100 ribu yang disimpan di beberapa tas. Ada juga bahan kimia, urea, black powder, alat solder, dan rangkaian elektronik.
Adanya bahan peledak yang turut ditemukan dalam upaya ini turut diselidiki polisi, apakah berkaitan dengan penemuan bom di warteg di Tangerang beberapa hari yang lalu.
"Terkait dengan penemuan bom di sebuah warteg di Tangerang kemarin, sama fisiknya dengan yang kami temui sekarang. Ada kemiripan," kata dia.
Ditemukan pula lima golok panjang berukuran 50 cm, sarung pistol, 38 butir peluru diameter 9 mm, dan pistol revolver kaliber 38. Begitu pula dengan beberapa buku bertema jihad.
"Selain itu, ada teknik merangkai bom yang ditulis dengan catatan tangan di selembar kertas. Target vihara ada di 30 lokasi vihara di setiap kota," ungkapnya.
testt
BalasHapusdwadwadwa
Hapusdwers
Hapus